Web Analytics

Janji Biden Hapus Aturan Diskriminatif Era Trump

Joe Biden berhak untuk menduduki kursi Presiden Amerika Serikat periode 2021 – 2024, setelah berhasil memenangkan Pilpres AS 2020. Biden mendapatkan perolehan 74,8 juta suara elektoral Vote, unggul 5,4 juta suara atas lawannya, Donald Trump. …

Janji Biden Hapus Aturan Diskriminatif Era Trump

Joe Biden berhak untuk menduduki kursi Presiden Amerika Serikat periode 2021 – 2024, setelah berhasil memenangkan Pilpres AS 2020. Biden mendapatkan perolehan 74,8 juta suara elektoral Vote, unggul 5,4 juta suara atas lawannya, Donald Trump. Biden dan wakilnya, Kamala Harris akan dilantik pada 20 Januari 2021 oleh Ketua Hakim Mahkamah Agung di Washington DC.

Dengan kemenangan ini Biden berjanji akan menghapus kebijakan yang dinilai sarat diskriminasi kepada orang muslim. Salah satunya adalah kebijakan larangan memasuki Amerika Sikat untuk orang – orang dari 13 negara. Di mana sebagian besar negara tersebut memiliki penduduk mayoritas Muslim.

BACA JUGA  Banyak Hambatan, Hasil Pemilu 2020 Amerika Serikat Belum Keluar

Janji Biden Hapus Diskriminasi di Amerika Serikat

Sebelumnya ketika menjadi Presiden, Donald Trump memberlakukan larangan masuk ke Amerika Serikat pada pelancong asal Yaman, Suriah, Somalia, Libya dan Iran. Kemudian daftar ini bertambah dengan dimasukkannya Korea Utara, Venezuela, Myanmar, Nigeria, Sudan, dan tiga negara lainnya.

Kebijakan Trump ini tentu saja memicu protes dari berbagai pihak. Karena kebijakan yang disebut sebagai “larangan Muslim” ini dianggap sebagai bentuk diskriminasi yang melanggar Konstitusi Amerika Serikat. Menurut Biden, selama pemerintahan Trump komunitas Muslim, warga kulit hitam, dan warga kulit cokelat mendapatkan perlakukan buruk.

BACA JUGA  Kremlin: Vladimir Putin Sehat, Tidak Akan Mundur 2021

Karena itu, ia berjanji kebijakan pertama yang ia ambil ketika menjabat sebagai presiden adalah mengatasi masalah diskriminasi pada mereka. Rencana pencabutan larangan ini rencananya akan dilakukan Biden pada hari pertamanya sebagai Presiden Amerika Serikat. Mengingat kebijakan pada era Trump ini sangat mudah dicabut oleh Biden. Pasalnya aturan ini dibuat berdasarkan Perintah Eksekutif.

Biden menyampaikan, berjanji akan menghapuskan semua kebijakan yang menimbulkan kebencian. Ia dan negara akan menghormati dan bersama – sama memikirkan jalan keluar untuk komunitas yang selama ini mendapatkan perlakuan kurang baik. Tujuannya mereka mendapatkan perlakukan yang sama dengan warga lain.

BACA JUGA  Kabar Peceraian Trump Dengan Melania, Ini Rahasianya

Tentu saja hal ini disambut gembira oleh direktur eksekutif nasional CAIR, Nihad Awad. Bahkan ia akan berkonsolidasi dengan pemimpin Muslim di Amerika untuk memastikan Biden melaksanakan kebijakan anti diskriminasi tersebut. Ia akan terus mengawal jalannya pemerintahan agar tidak ada lagi kebijakan yang kontra produktif dengan semangat kebersamaan, keadilan, dan keragaman di Amerika Serikat.