Resmi Alami Resesi, Bagaimana Nasib Perekonomian Indonesia

Resmi Alami Resesi, Bagaimana Nasib Perekonomian Indonesia?

Perekonomian dunia mengalami kehancuran akibat pandemi yang melanda dan terus terjadi hingga saat ini. Akibatnya sektor ekonomi di banyak negara mengalami terjun bebas karena tidak ada aktifitas ekonomi. Pendapatan serta pengeluaran sebuah negara juga mengalami gangguan, terutama karena tidak ada pajak masuk ke kas negara.

Dampak paling buruk dari peristiwa ini adalah adanya resesi ekonomi yang akan membawa dampak buruk. Resesi ekonomi ditandai dengan menurunnya Produk Domestik Bruto (PDB) secara terus menerus. Hal tersebut membuat kemampuan menyerap pendapatan menjadi menurun. Dengan begitu aktifitas jual beli juga terus menurun sangat tajam.

Yang menjadi masalah adalah, ternyata Indonesia juga baru saja mengumumkan resesi. Hal tersebut karena pada kuartal kedua hingga kuartal ketiga terjadi penurunan. Pada kuartal kedua dasar harga sebesar RP 3.894 dan terus menurun. Sedangkan pada kuartal ketiga ada kontraksi 3,49% jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Dampak Resesi yang Berkepanjangan

Resesi pada dasarnya merupakan turunnya tingkat konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan banyak jasa dan konsumsi tidak terjadi transaksi jual beli. Sedangkan penyedia jasa membutuhkan aktifitas jual beli untuk operasional. Penyedia jasa akan sangat kesulitan untuk membayar gaji, operasional, dan sebagainya.

Ketika penyedia jasa tidak mampu melakukan biaya operasional, ada kemungkinan besar pemutusan hubungan kerja. Produk jasa dan konsumsi akan dikurangi produksinya karena tidak ada biaya operasional. Akibatnya produk jasa dan konsumsi yang beredar di masyarakat menjadi terbatas dan memiliki harga lebih tinggi dari biasanya.

Daya beli masyarakat juga akan terus menurun karena pendapatan menurun dengan harga yang tinggi. Dampak domina dari resesi memang sangat mengerikan seperti kredit macet sehingga menimbulkan inflasi. Inflasi sendiri merupakan turunnya produk jasa dan naiknya jumlah uang yang beredar sehingga menjadikan uang tidak bernilai.

Menjelang akhir tahun, Indonesia mendapat tantangan dengan adanya resesi ekonomi. Harapan besar banyak pelaku usaha tentu adalah kebijakan yang baik. Dengan begitu daya beli masyarakat kembali naik dan membuat roda ekonomi berputar. Baru resesi ekonomi bisa berhenti dan kondisi ekonomi membaik dengan kenaikan pendapatan.

Check Also

Pembiayaan Wom Finance Alami Peningkatan

Pembiayaan Wom Finance Alami Peningkatan, Ini Besar Persentasenya

Pandemi Covid-19 yang menyerang dunia memang membawa pengaruh cukup besar dalam berbagai sektor kehidupan. Salah …