Belajar dari BJ Habibie, Baca Buku jadi Resep Kesuksesannya

Belajar dari BJ Habibie, Baca Buku jadi Resep Kesuksesannya

Siapa yang tak mengenal BJ Habibie? Mantan Wakil Presiden Indonesia Ke-7 yang sekaligus menggantikan Soeharto sebagai presiden ini terkenal dengan kecerdasannya dalam berpikir.

BJ Habibie pernah menuntut ilmu di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kristen Dago. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di bidang keilmuan teknik mesin pada tahun 1954 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung atau kini dikenal dengan sebutan ITB (Institut Teknologi Bandung).

Selepas dari ITB, suami Ainun ini kembali melanjutkan studi teknik penerbangan mengambil spesialisasi konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, Jerman Barat. Ia berhasil mendapatkan dua gelar, yaitu pada tahun 1960 sebagai diploma insinyur dan pada tahun 1965 sebagai doktor insinyur dengan predikat yang membanggakan, summa cum laude.

Dengan semua pencapaiannya di dunia pendidikan serta karir, wajar saja kalau mantan presiden Indonesia dengan jabatan tersingkat ini dikenal sebagai sosok yang cerdas dan pandai.

Memiliki tingkat kepintaran di atas rata-rata tersebut membuat BJ Habibie dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia.

Hal tersebut karena jasanya yang besar untuk Tanah Air dalam bidang teknologi. Lalu apa rahasia BJ Habibie bisa sejenius itu?

Dikutip dari Tempo, rupanya ia telah terbiasa tidur hanya empat jam setiap harinya. Kebiasaan tersebut telah ia lakoni sejak lahir.

Lalu 20 jam sisanya untuk apa? Ia kerap menghabiskan waktu tersebut untuk merasakan kejadian apapun di sekitarnya dengan mengasah panca inderanya.

Bila menemukan hal yang janggal dan tak wajar yang membuatnya bertanya-tanya, ia langsung mencari jawaban di buku.

Rasa penasaran yang membuncah pada diri BJ Habibie sering teredakan dengan informasi yang ada di dalam buku.

Tak tanggung-tanggung, insinyur yang memiliki dua kebangsaan ini hampir setiap hari meluangkan waktu khusus untuk membaca, yaitu 7,5 jam.

Saat pertanyaan-pertanyaan di kepala yang membuatnya penasaran tak menemukan jawaban yang sesuai di buku yang ia baca, biasanya BJ Habibie akan menangis.

Selain itu, Habibie merasa kepintarannya diperoleh dari kedekatannya dengan sang pencipta. Baginya percuma memiliki pengetahuan yang tinggi bila tidak digantungkan kepada Allah melalui doa dan membaca Quran.

Sejak kecil, ayah Habibie, Alwi Abdul Jalil Habibie, memintanya membaca satu juz hingga dua juz Al-Quran.

Check Also

4 Gaya Mengajar Guru Yang Wajib Dipahami Siswa

4 Gaya Mengajar Guru yang Wajib Dipahami Siswa

Gaya mengajar setiap guru memang berbeda-beda. Di Indonesia yang sebagian besar pendidikan berpusat di sekolahan …