4 Gaya Mengajar Guru Yang Wajib Dipahami Siswa

4 Gaya Mengajar Guru yang Wajib Dipahami Siswa

Gaya mengajar setiap guru memang berbeda-beda. Di Indonesia yang sebagian besar pendidikan berpusat di sekolahan membuat belasan hingga puluhan siswa  yang duduk di satu kelas harus bisa menyesuaikan dengan gaya mengajar setiap guru.

Tak banyak guru yang memahami dan mengerti untuk memperlakukan setiap muridnya dengan cara yang berbeda-beda. Namun hal itu wajar karena selama puluhan tahun, kebanyakan gaya mengajar di negara ini memang demikian.

Hal ini membuat siswa harus lebih kreatif dalam memahami gaya mengajar guru agar mampu menyerap pelajaran dengan maksimal. Dirangkum dari website APA.org yang ditulis oleh Douglas A.

Bernstein, PhD, berikut 4 gaya mengajar guru berdasarkan persilangan tingkat keterlibatan guru dengan kedisiplinan yang ditemukan oleh Baumrind (1971).

Guru yang lalai-permisif

Guru tipe seperti ini biasanya memberikan siswa dasar-dasar pelajaran. Mereka biasanya mengajar di kelas dengan menyampaikan pelajaran yang sama dari tahun ke tahun dan sebisa mungkin menghindari pertanyaan dari muridnya dan membatasi sedikit kontak dengan siswanya.

Mereka hanya memandang siswa sebagai pelanggan yang memiliki rasa tidak puas dan mengancam. Para guru tipe ini tidak melakukan upaya yang serius untuk menerapkan kedisiplinan saat melihat peserta didiknya melakukan hal yang salah seperti berkutat dengan smartphone saat di kelas hingga menyontek saat ujian. Mereka cenderung mengabaikannya.

Guru otoriter

Guru otoriter yang kurang memiliki keterlibatan dengan siswanya bisanya disibukkan dengan penegakkan disiplin yang ketat. Seperti halnya orang tua yang otoriter, mereka mengajar siswanya sesuai panduan dan tidak memberikan waktu untuk murid diskusi atau berargumen.

Baginya aturan adalah aturan, tugas wajib dikumpulkan tepat waktu dan tidak ada toleransi. Guru seperti ini mengharapkan prestasi tinggi dan akan diganjar dengan nilai tinggi. Namun mereka tidak memiliki jalinan emosional atau sekedar memberi kata-kata penyemangat.

Guru permisif dan memanjakan

Guru tipe ini terlibat lebih banyak dalam hal pengajaran. Mereka mengabdikan diri untuk mengajar namun takut membuat siswanya stres dan menghambat perkembangan pribadi. Saking baiknya tipe guru ini tak sadar ia telah memanjakan muridnya.

Bahkan dalam beberapa kondisi, tipe guru ini memberikan banyak pilihan pada muridnya dalam mengerjakan tugas demi memberikan kemudahan. Namun mereka tetap memiliki aturan dimana siswanya harus mengumpulkan tugasnya tepat waktu.

Guru yang berwibawa

Tipe guru yang berwibawa menerapkan gaya pendidikan memadukan antara keterlibatan yang tinggi dan disiplin yang tegas namun adil. Mereka peduli pembelajaran dan siswa mereka. Disisi lain, mereka menghargai hasil bukan usaha.

Mereka melihat siswa sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab. Meskipun sang guru selalu bersedia membantu, mereka berhati-hati untuk tidak menciptakan ketergantungan atau membiarkan diri mereka dieksploitasi atau dimanipulasi.

Mereka menghargai keberhasilan akademis dengan pujian serta nilai yang tinggi. Guru yang berwibawa ini juga mendorong siswanya untuk berusaha lebih keras ketika mereka membutuhkannya. Mereka memikirkan secara hati-hati tentang aturan dan standar yang akan diterapkannya.

Nah, diantara ke 4 gaya mengajar guru diatas, yang mana favoritmu?

Check Also

Pendaftaran CPNS 2020 dan Persyaratan Lanjutan Bagi Peserta Yang Lulus

Pengumuman CPNS 2020 dan Persyaratan Lanjutan Bagi Peserta Yang Lulus

Setelah dihentikan dan dipaksa mundur akibat wabah COVID-19, tahap perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) …