by

5 Bahan Pencerah Kulit Berbahaya Yang Wajib Dihindari

Dalam berbagai budaya di seluruh dunia, pencerahan kulit adalah praktik yang umum dilakukan. Warna kulit gading seperti porselen diperoleh melalui kombinasi bahan-bahan di lotion. Sayangnya, beberapa bahan ini terbukti menyebabkan masalah. Untuk mencegah kerusakan kulit, hindari bahan kimia berikut.

Hydroquinone

Meskipun produk ini telah digunakan selama beberapa dekade, penelitian terbaru menunjukkan beberapa efek samping yang menakutkan. Seiring waktu, penggunaan hydroquinone untuk mencerahkan kulit dapat menyebabkan kanker hati, kulit, dan paru-paru. Selain itu, beberapa orang mungkin memiliki kepekaan normal terhadap bahan kimia ini.

Alkohol

banyak produk kulit yang berbeda dapat menyebabkan masalah perawatan kulit yang serius. Ini mengeringkan kulit dan mengubah tingkat pH alami. Alkohol juga memperburuk hiperpigmentasi. Artinya, kulit justru akan menjadi lebih gelap jika alkohol digunakan dalam produk perawatan kulit apa pun.

Tretinoin

Ketika tretinoin digunakan, itu menyebabkan sel berkembang biak dan saling menggantikan lebih cepat. Hal ini menyebabkan pigmentasi menurun. Seiring waktu, penggunaan tretinoin bisa membuat kulit lebih tipis dan gatal. Ini dapat menyebabkan pengelupasan atau kekeringan. Bahan kimia ini akan membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV yang berbahaya.

Kortikosteroid

Kortikosteroid sering digunakan dalam produk perawatan kulit untuk membantu mengurangi peradangan. Seringkali, ramuan ini digunakan dalam kondisi seperti dermatitis atau psoriasis. Ketika kortikosteroid digunakan dalam waktu lama, mereka dapat menyebabkan kulit menjadi lebih tipis. Ini membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari dan dapat menyebabkan steroid rosacea.

Asam Glikolat

Dalam jangka pendek, asam glikolat bisa sangat efektif dalam mencerahkan kulit. Sayangnya, ini membawa banyak risiko yang sama dengan tretinoin. Asam glikolat menyebabkan kulit menjadi sensitif terhadap sinar UV. Ini berarti lebih cepat terbakar sinar matahari dan peningkatan risiko kanker kulit atau bintik matahari seumur hidup.